Sunday, December 12, 2010

==Hanya Yang Terbaik==

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan
untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan
mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada
Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih
baik bagi mereka, diantara mereka ada yang
beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-
orang yang fasik. ” (Q.S Ali Imran: 110)

Di dunia olah raga berkumandang motto Vini, Vidi,
Vici. Datang, bertanding, dan menang. Dalam
kompetisi memang harus ada pemenang. Datang ke
suatu kompetisi kemudian bertanding dan menang
itu memang idaman setiap atlet. Setiap pagelaran
Olimpiade selalu melahirkan manusia yang
bermotto citius,altius,fortius.
Tercepat,tertinggi,terkuat.

Persoalannya bukan hanya semata menjadi
pemenang. Tapi, kemenangan agung itu setelah
melewati proses yang benar. Tidak curang dan
melewati aturan yang telah disepakati bersama.
Sportif. Tidak pula lewat sogokan ke wasit.
Para atlet pun berlatih sungguh-sunggguh. Mereka
juga melewati serangkaian seleksi dari mulai RT,
RW, provinsi hingga nasional.

Dalam melewati
sebuah kompetisi tak hanya teknik, tapi juga
menyangkut gizi asupan makanan dan juga mental
psikologis. Selain pelatih yang brilian, ada lagi faktor
lain yakni dukungan penonton.
Maka untuk mencapai sebuah kemenangan, para
atlet berlatih keras. Lebih baik berpeluh saat latihan
daripada berdarah-darah ketika pertandingan.
Disiplin adalah kuncinya. Hanya yang terbaik yang
terpilih.

Jadi, medali di tangan seorang atlet adalah
kebanggan. Nilai intrinsiknya ada pada proses
pencapaiannya. Proses yang meliputi persyaratan
lengkap. Dari mulai latihan,pendaftaran,
pertandingan hingga final menentukan satu
pemenang.
Dunia adalah medan kompetisi yang luas. Mulai dari
diri kita sendiri, dihati kita sudah terjadi pertarungan.
Bahkan ketika memasuki rahim ibu, kita adalah
pemenang setelah melewati ribuan sel yang
bertarung untuk lolos menjadi sebuah janin.

Disadari atau tidak, di keluarga juga terjadi
persaingan. Sayang kalau sebagai orang tua hanya
memperhatikan pekerjaan dibandingkan
keluarganya yang hancur. Tidak mempersiapkan
anak-anak kita untuk menjadi petarung yang handal.
Rasulullah SAW dalam haditsnya mengatakan,
pendidikan anak diutamakan melatih anak tersebut
dengan tiga hal: berenang, berkuda dan memanah.

Ternyata berenang menggambarkan kekuatan,
semua otot bergerak. Artinya semua potensi
dikerahkan. Satu kaki saja yang bergerak,maka
keseimbangan akan kacau.
Berkuda menggambarkan kecepatan. Selain itu
menggambarkan suatu keharmonisan. Kesatuan
antara manusia dan sistem. Bagaimana sistem
bekerja antara kuda dan penunggangnya seakan
satu kesatuan. Ternyata naik kuda harus
seirama,sejiwa, dengan hewan tunggangan kita itu.
Kalau tidak kita akan terpental. Benar kita yang
mengendalikan, tapi sistem juga menuntut
penunggangnya harus sejalan.
Memanah menggambarkan ketepatan atau akurasi.

Apa artinya kuat dan apa artinya cepat, kalau
ternyata tidak sampai pada tujuan? Tujuan akhir atau
gol adalah penting dalam setiap misi. Dan tujuan
akhir ini harus mengantarkan kita pada suatu cita-
cita yang besar yang sesungguhnya.
Begitulah seorang muslim dan tujuan hidupnya. Dia
menyiapkan diri secara pribadi kemudian masuk ke
sebuah sistem (jamaah) lalu fokus pada tujuannya
(istiqamah). Untuk mencapai itu semua itu tidak ada
cara lain selain disiplin dan kerja keras. Umar bin
Khatab menghardik orang yang terus-terusan
berdoa di masjid tanpa bangkit bergerak.

Jadi kalau kita berdoa agar Allah SWT membimbing
kita ke jalan yang lurus atau ingin mengubah hidup
ke arah yang lebih baik, atau ingin mendapatkan
rezeki yang banyak maka kita harus bangun. Karena
bagaimana mungkin menuntun kita berjalan
sementara kita duduk.

Orang yang sukses dalam kehidupan mereka
rahasianya adalah mereka berpikir tentang apa yang
paling mereka inginkan. Artinya banyak menyebut
apa yang diidam-idamkannya. Selalu menjadi bahan
perbincangan dimanapun berada. Kemudian
dipikirkan menjadi sebuah rumusan langkah. Dari
situ menjadi sebuah peta yang harus dia jelajahi.

Sudahkah Anda memiliki tujuan hidup yang jelas?

No comments:

Post a Comment